LEADER CENTRE

Posted: 18 June 2012 in Tak terkategori
Tags:

Setiap manusia pasti memerankan suatu kepemimpinan dalam hidupnya. Hadits Rasulullah mengatakan “Setiap anda adalah pengasuh dan bertanggungjawab terhadap rakyatnya. Pemimpin adalah pengasuh dan bertanggungjawab terhadap rakyat. Laki-laki adalah pengasuh dikeluarganya dan bertanggungjawab terhadap asuhannya. Wanita adalah pengasuh di rumah suaminya dan bertanggungjawab pada asuhannya, pembantu adalah pengasuh harta majikannya dan bertanggungjawab pada asuhannya”. (H.R. Imam Bukhari & Muslim)

 

Hadits di atas menggambarkan bahwa manusia yang berperan sebagai apapun di dunia ini, tetap dikatakan sebagai pemimpin. Manusia bertanggungjawab terhadap apapun yang dipimpinnya. Mulai dari hal-hal yang besar, sampai hal yang terkecil. Kesadaran semacam ini yang sangat diperlukan demi tercapainya tujuan bangsa. Yang disebut seorang pemimpin bukan hanya seorang Kepala Negara, Gubernur, Bupati, atau Walikota saja, namun setiap orang yang bersedia disebut manusia, sejatinya adalah seorang pemimpin. Pemimpin dalam bidang dan wilayahnya masing-masing.

 

Dijelaskan dalam Panduan LK-I Bakornas LPL PB HMI mengenai Manajemen, Organisasi, dan Kepemimpinan, bahwa akhlak seorang muslim adalah tidak mengejar kepemimpinan untuk dirinya. Tidak merebut kepemimpinan dari orang yang layak memiliki kepemimpinan itu. Apabila diberi tanggungjawab kepemimpinan, sementara dia lemah dan tidak sanggup memikul, hendaknya dia menolak tanggungjawab itu, kecuali apabila dia yang harus benar-benar memegangnya, maka dia wajib melaksanakannya.

 

Betapa mulianya islam mengajarkan kepemimpinan, seolah benar-benar memisahkan kepentingan pribadi dan kepentingan orang banyak. Bagai mencari jarum ditumpukan jerami, hal tersebut rasanya yang sesuai dengan kondisi bangsa saat ini. Hampir mustahil muncul seseorang dengan karakter kepemimpinan seperti hal di atas. Kepentingan pribadi bahkan muncul jauh lebih besar dari pada kepentingan bersama.

 

Dalam segi teori pembagian pilar kekuasaan, Montesquieu membaginya menjadi 3, yakni Eksekutif, Legislatif, dan Yudikatif. Orang-orang yang masuk ke dalam ketiganya ini juga merupakan pemimpin. Pemimpin yang idealnya bertanggung jawab terhadap apa yang dipimpinnya, yakni rakyat. Semakin besar wilayah kepemimpinan, semakin besar pula tanggung jawab kepemimpinannya. Rakyat hanya berada pada bingkai luar ketiga pilar kekuasaan ini, layaknya hamba yang menggantungkan diri pada tuannya, yang senantiasa harus percaya bahwa yang dilakukan tuannya adalah untuk kebaikan dirinya. Fakta yang terjadi malah kepercayaan rakyat pada perwakilan-perwakilan mereka dalam lembaga Eksekutif, Legislatif, dan Yudikatif hampir lenyap. Jika dievaluasi, hal ini juga tidak bisa sepenuhnya salah rakyat disaat yang menduduki tempat di ketiga lembaga tersebut tidak memainkan peranannya sebagai seorang pemimpin yang baik.

 

Keraguan terhadap pemimpinnya tersebut memunculkan lembaga-lembaga maupun organisasi independen dari masyarakat yang bukan berada sebagai bingkai dari tiga pilar kekuasaan tadi, namun berada dalam irisan ketiga pilar tersebut. Fungsi dari organisasi maupun lembaga yang disebut Civil Society Organisation ini adalah sebagai lembaga independen yang mencoba menegaskan kembali aturan main dalam hierarki kekuasaan, sehingga seorang pemimpin dapat faham dan menjalankan tugasnya dengan baik. CSO ini juga bertanggungjawab terhadap apa yang menjadi tugasnya.

 

HMI dalam hal ini sebagai salah satu organisasi independen dan masuk dalam kriteria CSO, seyogyanya mengambil fungsi dan perannya yang sesungguhnya sebagai organisasi perkaderan dan perjuangan. HMI senantiasa memperjuangkan perkaderan untuk membentuk kader bangsa yang muslim, intelektual, dan profesional dimana outputnya adalah untuk kepentingan bangsa secara keseluruhan. HMI beserta elemen CSO yang lain, bersama-sama menciptakan pemerintahan yang memiliki tata kelola yang baik.

 

Pada era liberalisasi ini, negara dan pemerintah tidak dapat mencampuri aktifitas ekonomi warganya, kecuali hanya menyediakan aturan main dan menetapkan pajak  untuk membiayai proses perekonomian tersebut. Masyarakat di era ini termakan dengan arus liberalisasi, yang terlihat dengan semakin maraknya privatisasi industri dan pasar bebas. Pasar bebas mekanismenya diserahkan sepenuhnya pada pelaku ekonomi. Pemerintah tidak boleh ikut campur dengan hal tersebut, baik dalam skala nasional, maupun internasional. Hal ini mengarah pada sistem ekonomi kapitalis, yakni yang memiliki kapital besar, dialah yang akan merajai pasar bebas. Kapital tersebut bisa berupa modal finansial yang kuat, jalur informasi yang cepat, jaringan bisnis yang luas, serta SDM yang tinggi. Hanya mereka yang memiliki kapital besar tersebut yang dapat menikmati manfaat sebenarnya dari pasar bebas.

 

Pemerintah seolah diarahkan untuk melepaskan penguasaan aset-aset negara pada swasta dengan adanya ekonomi liberal ini. Di saat swasta telah memiliki aset tersebut, pada akhirnya swasta-swasta luar negeri juga ikut andil dalam setiap penguasaan aset-aset di negeri kita memalui bursa saham. Dengan begitu kaum kapitalis dapat “merampok” kekayaan di negeri orang dengan cara yang lebih licin. Sungguh dibutuhkan seorang pemimpin yang memang berkualitas dalam menyikapi kondisi yang seperti ini. Kondisi kepemimpinan dimanapun wilayah cakupannya pada dasarnya sama. Dalam hal ini, Pasuruan yang sering disebut sebagai “kota santri” di jawa timur sudah selayaknya memahami dengan benar bagaimana konsep kepemimpinan ideal dalam islam. Pasuruan yang wilayahnya kaya akan sumber daya alam terlihat dari banyaknya industi besar yang berdiri di bumi Pasuruan, antara lain: AQUA, NESTLE, SAMPOERNA, bahkan terdapat kawasan industri PIER. Selain industri tersebut, masih banyak lagi industri-industri besar lainnya. Kekayaan bumi Pasuruan semakin lengkap dengan keasrian wilayahnya. Hal ini dapat terlihat dari banyaknya tempat wisata di daerah ini. Mulai dari gunung, air terjun, kebun, danau, bahkan sampai lautpun tersedia sebagai tempat yang indah untuk menghilangkan penat keseharian. Roda perekonomian warga cukup terangkat dengan hal semacam ini.

 

Pemimpin Pasuruan yang notabenenya adalah wilayah yang kaya, dituntut untuk mampu memberdayakan segala potensi yang ada tersebut. Dengan kewenangan otonomi daerahnya, Pemerintah Pasuruan mendapat suntikan anggaran yang cukup besar dalam menyejahterakan rakyatnya. Sungguh merupakan hal yang sedikit lebih ringan bila dibanding kawasan yang wilayahnya tidak sesubur Pasuruan. Namun hal ini bisa menjadi bumerang bagi Pasuruan sendiri. Ketersediaanya segala potensi yang bisa diberdayakan menjadi bidikan empuk bagi orang yang menginginkan kekuasaan tanpa mental seorang pemimpin yang  baik. Mental mengeksplorasi bumi Pasuruan tanpa diimbangi tanggungjawab mengembangkan sektor-sektor yang lain. Pada akhirnya kekayaan yang ada hanyalah sia-sia. Hanya bisa dinikmati oleh kaum kapitalis besar, bahkan banyak orang luar Indonesia yang mendapat keuntungan. Implikasinya, masih terdapat banyak rakyat Pasuruan yang kesejahteraannya di bawah rata-rata.

 

Berdasarkan hal di atas, kami yang terhimpun dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pasuruan berinisiatif untuk  bersama-sama memahami karakter dan potensi Pasuruan, dengan terus mencetak kader-kader muslim, intelektual, dan profesional sebagai calon pemimpin ke depan melalui seminar yang bertemakan “Formulasi Kepemimpinan dalam Membentuk Karakter Pasuruan yang Lebih Baik”. SEGERA…. DONT MISS IT

Advertisements

Abad XXI yang diwarnai persaingan ketat disegala bidang dengan datangnya pasar bebas dan perubahan situasi yang sulit diduga (unpredictable), menuntut kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) unggul. Dalam kondisi nilai-nilai kehidupan yang serba berubah, mahasiswa sebagai inti generasi muda menghadapi tantangan besar dalam menyongsong masa depan, terlebih dengan datangnya era pasar bebas. Karena itu, hanya perguruan tinggi (PT) yang memiliki keunggulan kompetitif dan komparatif yang akan dapat eksis dan survive ditengah masyarakat global.

 

Semangat reformasi yang dilandasi dengan nilai demokrasi dan transparasi dalam konstelasi politik bangsa terus merebak, termasuk dalam dunia kemahasiswaan. Demikian juga pada proses belajar-mengajar, kepemimpinan, dan sistem manajemen. Karena itu, dalam upaya revitalisasi dunia kemahasiswaan memasuki milenium III diperlukan strategi khusus agar pengembangan kemahasiswaan dapat menunjang pencapaian tujuan PT secara optimal.

 

Peranan perguruan tinggi terus menerus dikembangkan dalam rangka mendidik mahasiswa agar mampu meningkatkan daya penalaran, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, berjiwa penuh pengabdian serta memiliki rasa tanggung jawab yang besar terhadap masa depan bangsa dan negara. Daya nalar para mahasiswa dikembangkan secara optimal sesuai dengan disiplin ilmunya masing-masing. Sehingga perguruan tinggi senantiasa mampu melahirkan ilmuwan sebagai agent of change yang diharapkan oleh masyaralat di masa mendatang. Namun para mahasiswa biasanya tidaklah merasa puas dengan hanya mengembangkan kajian-kajian keilmuan saja, biasanya para mahasiswa ingin mendapatkan sesuatu di luar kajian keilmuannya dalam rangka menemukan jati diri sebagai manusia yang tak terpisahkan dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara.

 

Oleh karena itulah perguruan tinggi berkewajiban untuk memberikan pelayanan kepada mahasiswa dalam rangka mengembangkan bakat, minat, dan pelayanan kesejahtraan. Dengan demikian selain penalaran keilmuan juga dapat dikembangkan sikap kemandirian, wawasan yang luas, rasa kebangsaan yang dalam, ketrampilan berorganisasi dan komunikasi sehingga pada akhirnya dapat melengkapi keahlian yang mereka miliki bila telah menjadi sarjana.

 

Salah satu hal yang memegang peranan penting dalam meningkatkan kualitas mahasiswa adalah organisasi kemahasiswaan (Ormawa), yang merupakan wahana pengembangan diri mahasiswa yang diharapkan dapat meningkatkan penalaran dan keilmuan serta arah profesi mahasiswa, menampung kebutuhan, menyalurkan minat dan kegemaran, meningkatkan kesejahteraan, meningkatkan kemampuan kewirausahaan, dan meningkatkan aqidah, ibadah, dan akhlak mahasiswa. Mengingat para mahasiswa merupakan bagian dari sivitas akademika, maka organisasi kemahasiswaan tersebut perlu disusun berdasarkan prinsip “dari, oleh, dan untuk mahasiswa”, mengacu pada SK Mendikbud Nomor: 155/UU/1998 tentang Pedoman Umum Organisasi Kemahasiswaan di Perguruan Tinggi, pasal 2 yang berbunyi “Organisasi kemahasiswaan di perguruan tinggi diselenggarakan berdasarkan prinsip dari, oleh dan untuk mahasiswa dengan memberikan peranan dan keleluasaan lebih besar kepada mahasiswa”. Berdasarkan SK tersebut, dapat dipahami bahwa mahasiswa diberi keleluasaan dan kepercayaan untuk membentuk dan menyelenggarakan hal-hal yang dapat menunjang pengembangan kualitas mereka.

 

Kondisi organisasi mahasiwa dalam perguruan tinggi STKIP-STIT PGRI Pasuruan, telah berjalan baik dari waktu ke waktu. Sudah ada beberapa organisasi yang sampai saat ini tetap eksis sebagai wahana pengembangan kompetensi mahasiswa, antara lain: Badan Eksekutif Mahasiwa (BEM), Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ), dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM); UKM Teater, UKM Tari, UKM Musik, Koperasi Mahasiswa (KOPMA), Lembaga Dakwah Kampus (LDK), dan UKM Olahraga. Semua wadah tersebut menjadi sebuah nilai tawar tersendiri bagi perguruan tinggi ini.

 

Salah satu program kerja dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) yang notabenenya adalah wadah tertinggi bagi mahasiswa dalam lingkup STKIP-STIT PGRI Pasuruan, lebih tepatnya program kerja dari Menteri Sosial dan Politik (MENSOSPOL) adalah pembentukan organisasi kemahasiswaan baru lagi yakni Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM). Sebagai wujud kesadaran Mahasiswa dalam rangka mengembangkan diri dan benar-benar belajar sistem pemerintahan yang benar (good governance) sejak dini.

 

Terlihat akan ada sedikit hambatan saat hal ini diajukan ke lembaga, namun apapun itu, niat baik segenap mahasiswa STKIP-STIT PGRI Pasuruan ini, semoga akan jauh lebih kuat dari sekedar hadangan yang tidak beralasan dan tidak peduli dengan STKIP-STIT PGRI Pasuruan jangka panjang,,, Ayo lah kita sama-sama menatap jauh ke depan kawan,,,,

SAHAPI YAKUSA… 🙂

ORDIK = LELAH?

“Membentuk  karakter mahasiswa yang siap bersaing dalam era globalisasi sesuai dengan “TRI DHARMA” perguruan tinggi”. Tema yang diambil oleh segenap panitia ORDIK BEM STKIP-STIT PGRI Pasuruan di tahun ini. Tersirat harapan besar bagi Mahasiswa Baru (MABA) agar dapat bersaing dalam Era Globalisasi yang tentunya bagai hutan rimba yang penuh dengan seleksi alam. Siapa yang kuat, dan cerdas, dialah yang mampu lolos dari seleksi alam kaum intelektual (Mahasiswa), dan muncul sebagai pribadi yang menang.

“Siapakah yang akan menjadi pesaing kalian untuk menduduki posisi-posisi strategis di pekerjaan, dalam kurun waktu 4 tahun ke depan?” Tanya Dr. Anies Baswedan MA (Rektor Universitas Paramadina), saat memberikan materi di sela-sela Kongres HMI XVII di Depok kemarin. Ternyata hal yang ingin disampaikan oleh salah satu cendekiawan muslim termuda Indonesia ini adalah bahwa yang menjadi pesaing kita besok bukan hanya mereka yang sekarang menjadi mahasiswa di Universitas ternama di sekitar kita ini, tapi masih ada ratusan mahasiswa Indonesia yang hari ini belajar di luar negeri. Mereka lebih mempunyai banyak bekal dan nilai tawar yang lebih dari pada kita.

Selaras dengan hal itu, terlihat komitmen yang coba dibangun oleh segenap pengurus BEM untuk mencoba memberikan pemahaman akan pentingnya nilai tawar kita besok. Menyiapkan mahasiswa STKIP-STIT PGRI Pasuruan menjadi mahasiswa yang siap bersaing di era sekarang maupun besok.

ORDIK yang dilaksanakan selama tiga hari ini berlangsung dengan baik.. Terlihat dari Maba yang antusias mengikuti setiap agenda acara yang telah dikemas sedemikian menariknya. Barang bawaan Maba pun turut menambah kemeriahan ORDIK ini.

 

“ORDIK sekarang tidak terlalu membebani Maba seperti tahun-tahun kemarin, karena tidak ada tugas Maba untuk membeli keperluan bekal yang terlalu mahal. Biaya yang dikeluarkan Maba dalam hal bekal yang mereka bawa, telah kami tekan dan sesuaikan dengan daya beli Mahasiswa Pasuruan.” Papar M. Zahid, PRESMA STKIP-STIT PGRI Pas.

 

Maba yang rata-rata adalah fresh graduate jelas sangat semangat mengikuti hal baru (ORDIK) ini. Namun di hari kedua telah banyak jatuh “korban” diORDIK ini. Ada puluhan mahasiswa yang terkapar pingsan saat mengikuti jalannya ORDIK. Nunuk (MABA Bahasa Indonesia) sempat memaparkan pengamatannya saat dia telah siuman dari pingsan, “Tadi banyak teman yang jatuh pingsan kok selain saya maz, sepertinya mereka capek dan juga tegang tertekan dengan nada-nada tinggi dan keras senior saat memberi hukuman. Sama dengan yang saya  rasakan tadi”.

 

Latihan mental memang perlu juga untuk diberikan kepada MABA, namun tdak dipungkiri bahwa kurang tepat dalam memberikan pressure (tekanan) malah dapat mengakibatkan jatuhnya psikologi seseorang. Yang ada hanya lelah dan bertambah lelah. Jika pressure diberikan pada dosis yang tepat, pastilah mereka tidak akan begitu tertekan dan tidak sampai terjadi hal yang tidak diinginkan bersama.

 

Di luar semua itu, ORDIK tahun ini berjalan dengan tertib dan lancar. Semoga komitmen baik dari segenap pengurus BEM untuk terus mempersiapkan mahasiswa-mahasiswanya dalam persaingan era globalisasi ini, tidak berhenti hanya di momen ORDIK ini.

Mengapa ayat yang pertama kali turun, Iqro’ (Surah Al- Alaq 1-5) ditempatkan pada surah ke 96, sementara Al-Fatihah yang bukan urutan pertama kali justru diletakkan pada urutan pertama dalam Al-Qur’an? Maha Besar Allah yang telah menciptakan segala sesuatu dengan ukuran tertentu.

Setiap posisi pasti memiliki fungsi dan perannya masing-masing. Mustahil Rosululloh menempatkan urutan surah seperti pada Al-Qur’an Seperti sekarang ini tanpa memberikan gambaran akan fungsi dan perannya masing-masing dari surah tersebut. Menariknya apabila urutan surah diibaratkan seperti perkembangan dan perjalanan hidup manusia, akan terlihat betapa Allah SWT menciptakan segala sesuatu dengan ukuran tertentu.

  1. Usia 0 s/d 1 tahun

Surah pertama adalah Al-Fatihah yang berarti pembukaan. Pada usia ini, si anak mulai belajar untuk mengenali lingkungan. Bila dikorelasikan dengan juz pertama yang terdiri dari Surah Al-Baqarah (sapi betina), dan dengan memahami bahwa sapi betina menghasilkan susu, bisa diinterpretasikan bahwa di usia ini anak sangat membutuhkan susu murni dalam pertumbuhannya

  1. Usia 1 s/d 2 tahun

Surah ke dua adalah Al-Baqarah, dan juz kedua adalah surah Al-Baqarah ayat 142 s/d 252. Karena masih berhubungan dengan surah Al-Baqarah, berarti anak di usia 2 tahun ini masih tetap membutuhkan peranan susu murni dalam proses penyempurnaan struktur tubuhnya.

  1. Usia 2 s/d 3 tahun

Anak pada usia 3 tahun sudah terlepas dari ketergantungan susu dari ibunya. Oleh karena itu pada juz 3 terdapat surah Al-Baqarah ayat 253 s/d 286 dan Ali Imran ayat 1 s/d 91. Tidak ada seorang pria yang dapat menyusui, karena itu disini proses menyusui dihentikan dengan surah Ali Imran ini. Andai saja surah setelah Al-Baqarah adalah An-Nisaa, pasti proses menyusui masih tetap berlnjut.

  1. Usia 3 s/d 4 tahun

Surah ke empat adalah An-Nisaa, pada usia empat tahun, seorang anak pada umumnya akan dekat dengan ibunya. Sehingga peran ibu sangat besar dalam menumbuhkembangkan mental dan psikologi anak. Begitu seterusnya

  1. Usia 17 tahun

Usia ini sering disebut sweet seventeen. Apakah ini hanya sekedar istilah,,? Surah ke 17 adalah Al-Isra’, artinya perjalanan di malam hari. Bila diartikan secara harfiah, anak di usia ini gemar berpergian di malam hari, baik itu kegiatan positif maupun negatif. Dalam interpretasi lain, perjalanan malam hari bisa dianalogikan dengan mimpi. Sebab manusia biasanya tidur dimalam hari. Dalam usia ini, anak senang sekali bermimpi atau berfantasi menjadikan dirinya seperti si A, atau B. Bisa dikatakan usia ini rawan akan jati diri. Oleh karena itu usia ini sangat fatal apabila salah mendidik ataupun bergaul.

Surah Al-Isra’ memiliki 111 ayat. Surah ke 111 sendiri adalah Al-Lahab (gejolak api), yang menandakan bahwa anak pada usia ini sering dihinggapi kejenuhan dan mudah sekali tersulut emosinya.

Bila nomor surah dan jumlah ayatnya ditambahkan, hasilnya adalah 128 (17 + 111). Hanya ada satu surah yang memiliki jumlah ayat 128, yaitu surah An-Nahl, artinya lebah. Sebagian besar lebah menghasilkan madu, dan madu berasa manis. Inilah yang tadi dikatakan sweet seventeen.

Penjelasan singkat dan sederhana tadi membuktikan betapa terstrukturnya Al-Qur’an, dan betapa luasnya ilmu di dalam Al-Qur’an. Jika kita mau mengkajinya. (are_v)

Management Marah

Posted: 17 August 2011 in Tak terkategori

Management Marah

 

Marah pada siapa?
Marah tentang persoalan apa?
Marah tercetus di mana?
Marah kapan waktunya?
Mengapa marah?
Apa yang kau harapkan dari kemarahanmu itu?

Marah adalah salah satu bentuk emosi yang dimiliki oleh seseorang. Emosi sendiri memiliki kekuatan yang sangat dahsyat untuk membangun atau menghancurkan kehidupan seseorang. Oleh karena itu perlu pengelolaan marah secara benar. Ketika emosi dikelola dengan baik, kekuatannya dapat membangun kehidupan seseorang menjadi lebih baik, tetapi sebaliknya ketika emosi tidak dikelola dengan baik rasa marah itu kan menghancurkan banyak orang.
Jika marahmu tepat akan membantu menyelesaikan masalahmu. Jika marahmu tidak tepat akan menambah daftar permasalahanmu. Silakan marah bila telah memahami 5W +1H management marah ini. Bila belum mampu menjalaninya, silakan tunda rasa marah yang menggelegak di dada.

Kita seringkali merasa marah pada suatu hal dikarenakan keterbatasan indera dalam menangkap semua fenomena yang terjadi. Apa yang kita ketahui tentang segala sesuatu hanyalah sebagian kecil dari keseluruhan fakta kebenaran yang ada. Namun manusia cenderung untuk menjustifikasikan sesuatu secara obyektif, sesuai dengan standar pengetahuan ataupun kebutuhan pribadinya.

Management marah adalah upaya untuk mengekspresikan emosi yang melanda secara tepat, efektif, menempatkan suatu permasalahan sesuai porsinya, tidak merugikan siapapun dan meminimalisir timbulnya persoalan baru. Bila emosi sesaat telah mereda dan kebenaran terungkap seringkali hanya penyesalan yang tersisa. Betapa banyak waktu dan energi yang terbuang bila tidak mampu mengontrol emosi yang ada. Betapa banyak persoalan dan permusuhan yang didapat karena keterbatasan informasi yang kita terima.

Marah yang bermanfaat adalah marah yang tepat dan sudah dikelola dengan baik. Hal ini jelas tidak mudah, butuh waktu, kesabaran dan hati yang lapang, tapi bukan berarti tidak dapat dilakukan. Perlu latihan terus menerus untuk tetap dalam kondisi sadar meski kita merasa marah, mengevaluasi sebab- sebab kemarahan tersebut dan mengekspresikannya dengan tepat.

Management marah adalah marah pada orang yang tepat, sebab kemarahan tepat, tempat yang tepat, tepat kondisi dan situasinya, fokus pada permasalahan sehingga dapat menyelesaikan permasalahan yang ada.

Mengganggap diri selalu benar dan menyalahkan orang lain atas kekacauan yang ada adalah suatu perbuatan yang sangat tidak bijaksana. Management marah akan membuat kita menjadi manusia yang lebih bijak dan menghasilkan lebih banyak keputusan yang tepat bagi semua pihak. ***

 

 

Seindah biasa

Jangan prnh takut ku tinggalkan

Saat bintang tak mampu lagi berdendang

Saat malam mnjdi trlalu dingin

Hingga pagi tak seindah biasanya

Takkan mgkin kita bertahan

 

 

 

DAFTAR AGENDA KEGIATAN HMI CABANG PASURUAN

KOMISARIAT STKIP – STIT PGRI PASURUAN

PERIODE 2011 – 2012

SEMESTER 1

BULAN

TANGGAL

BIDANG

AGENDA

AGUSTUS

1

PA

Pembuatan Buku Induk Komisariat

5

PAO

Rapat Harian

KPP

Pengambilan Koran Bekas

6

PP

Kajian Buka Bersama I

7

PTKP

Kunjungan OMEK

10

KPP

Warta As-Siddiq

12

PAO

Rapat Presidium

13

PP

Bagi – Bagi Takjil I

KPP

Menyetorkan KHS

PTKP

Kunjungan Alumni

15

sekum

Inventarisir Barang Komisariat

19

PAO

Rapat Harian

Bendhum

Iuran Komisariat

20

PP

Kajian Buka Bersama II

sekum

Perpustakaan Komisariat

26

PAO

Rapat Presidium

27

PP

Bagi – Bagi Takjil II

SEPTEMBER

5

Komisariat

Halal Bihalal

7

PTKP

Kunjungan OMEK

10

KPP

Warta As-Siddiq

KPP

Pengambilan Koran Bekas

16

PAO

Rapat Presidium

PTKP

Kunjungan Alumni

21

sekum

Up date Blog, E mail Komisariat

23

PAO

Rapat Harian

Bendhum

Iuran Komisariat

28

PA

Kajian Pemateri

30

PAO

Rapat Presidium

OKTOBER

3

PTKP

Kunjungan Alumni

7

PAO

Rapat Harian

10

KPP

Warta As-Siddiq

KPP

Pengambilan Koran Bekas

PTKP

Kunjungan OMEK

14

PAO

Rapat Presidium

PA

Kajian Pemateri

16

PA

MAPERCA

21

PAO

Rapat Harian

Bendhum

Iuran Komisariat

28

PA

LK 1

29

30

NOVEMBER

4

PAO

Rapat Harian

7

PTKP

Kunjungan OMEK

10

KPP

Warta As-Siddiq

KPP

Pengambilan Koran Bekas

PA

Kajian Pemateri

11

PAO

Rapat Presidium

15

PTKP

Kunjungan Alumni

18

PAO

Rapat Harian

Bendhum

Iuran Komisariat

25

PAO

Rapat Presidium
DESEMBER

2

PAO

Sidang Pleno I
HIMPUNAN MAHASISWA ISLAM
CABANG PASURUAN
KOMISARIAT STKIP – STIT PGRI PASURUAN
ARFI WAHYU NURKARIM SUNARTO ROKHIM
KETUA UMUM SEKRETARIS
 
Nb: Jadwal bisa berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kesepakatan Rapat Harian

 

PERKUMPULAN PEMBINA LEMBAGA PENDIDIKAN PERGURUAN TINGGI

PGRI PASURUAN

SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

Jl. Ki Hajar Dewantoro 27 – 29 Telp. (0343)421948 Pasuruan – 67118

KALENDER AKADEMIK

SEMESTER GANJIL TAHUN AKADEMIK 2011 – 2012

STKIP – STIT PGRI PASURUAN

 

No.

KEGIATAN

TANGGAL

KETERANGAN

1. Rentang Semester Ganjil 1 September 2011 s.d 29 Pebruari 2012 Puket 1
2. Libur Awal Puasa 1 s.d 2 Agustus 2011 Institusi
3. Libur Hari Raya 28 Agustus s.d 4 September 2011
4. Persiapan Awal Semester Ganjil:

  1. Informasi Nilai UAS Genap 2010 dan Pembagian KHS
  2. Perwalian dan Rencana Studi:
    1. Mahasiswa Lama
    2. Mahasiswa Baru
    3. Herregistrasi:
      1. Mahasiswa Lama
      2. Mahasiswa Baru
s.d tgl. 13 Agustus 2011

s.d tgl. 20 Agustus 2011

s.d tgl. 14 September 2011

s.d tgl. 21 Agustus 2011

s.d tgl. 27 Agustus 2011

BAAK
5. Orientasi Mahasiswa Baru 12 s.d 14 September 2011 Panitia
6. Perkuliahan Semester Ganjil 2011 12 September s.d 26 Desember 2011 Prodi BAAK
7. Ujian Tengah Semester Pertengahan November 2011 Dosen Pengampu MK
8. Pendaftaran Ujian Semester Ganjil 14 s.d 28 November 2011 Panitia / BAAK dan BAU
9. Minggu Tenang 2 s.d 7 Januari 2011
10. UAS Semester Ganjil 9 s.d 23 Januari 2012 Panitia
11. Pendaftaran Bimbingan / Ujian Skripsi
  1. Awal Agustus 2011
  2. Awal November 2011
  3. Awal Februari 2012
Prodi
12. Wisuda Perkiraan 24 September 2011 Panitia