RINTISAN DEWAN PERWAKILAN MAHASISWA (DPM) STKIP-STIT PGRI PASURUAN

Posted: 10 October 2011 in Tak terkategori
Tags:

Abad XXI yang diwarnai persaingan ketat disegala bidang dengan datangnya pasar bebas dan perubahan situasi yang sulit diduga (unpredictable), menuntut kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) unggul. Dalam kondisi nilai-nilai kehidupan yang serba berubah, mahasiswa sebagai inti generasi muda menghadapi tantangan besar dalam menyongsong masa depan, terlebih dengan datangnya era pasar bebas. Karena itu, hanya perguruan tinggi (PT) yang memiliki keunggulan kompetitif dan komparatif yang akan dapat eksis dan survive ditengah masyarakat global.

 

Semangat reformasi yang dilandasi dengan nilai demokrasi dan transparasi dalam konstelasi politik bangsa terus merebak, termasuk dalam dunia kemahasiswaan. Demikian juga pada proses belajar-mengajar, kepemimpinan, dan sistem manajemen. Karena itu, dalam upaya revitalisasi dunia kemahasiswaan memasuki milenium III diperlukan strategi khusus agar pengembangan kemahasiswaan dapat menunjang pencapaian tujuan PT secara optimal.

 

Peranan perguruan tinggi terus menerus dikembangkan dalam rangka mendidik mahasiswa agar mampu meningkatkan daya penalaran, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, berjiwa penuh pengabdian serta memiliki rasa tanggung jawab yang besar terhadap masa depan bangsa dan negara. Daya nalar para mahasiswa dikembangkan secara optimal sesuai dengan disiplin ilmunya masing-masing. Sehingga perguruan tinggi senantiasa mampu melahirkan ilmuwan sebagai agent of change yang diharapkan oleh masyaralat di masa mendatang. Namun para mahasiswa biasanya tidaklah merasa puas dengan hanya mengembangkan kajian-kajian keilmuan saja, biasanya para mahasiswa ingin mendapatkan sesuatu di luar kajian keilmuannya dalam rangka menemukan jati diri sebagai manusia yang tak terpisahkan dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara.

 

Oleh karena itulah perguruan tinggi berkewajiban untuk memberikan pelayanan kepada mahasiswa dalam rangka mengembangkan bakat, minat, dan pelayanan kesejahtraan. Dengan demikian selain penalaran keilmuan juga dapat dikembangkan sikap kemandirian, wawasan yang luas, rasa kebangsaan yang dalam, ketrampilan berorganisasi dan komunikasi sehingga pada akhirnya dapat melengkapi keahlian yang mereka miliki bila telah menjadi sarjana.

 

Salah satu hal yang memegang peranan penting dalam meningkatkan kualitas mahasiswa adalah organisasi kemahasiswaan (Ormawa), yang merupakan wahana pengembangan diri mahasiswa yang diharapkan dapat meningkatkan penalaran dan keilmuan serta arah profesi mahasiswa, menampung kebutuhan, menyalurkan minat dan kegemaran, meningkatkan kesejahteraan, meningkatkan kemampuan kewirausahaan, dan meningkatkan aqidah, ibadah, dan akhlak mahasiswa. Mengingat para mahasiswa merupakan bagian dari sivitas akademika, maka organisasi kemahasiswaan tersebut perlu disusun berdasarkan prinsip “dari, oleh, dan untuk mahasiswa”, mengacu pada SK Mendikbud Nomor: 155/UU/1998 tentang Pedoman Umum Organisasi Kemahasiswaan di Perguruan Tinggi, pasal 2 yang berbunyi “Organisasi kemahasiswaan di perguruan tinggi diselenggarakan berdasarkan prinsip dari, oleh dan untuk mahasiswa dengan memberikan peranan dan keleluasaan lebih besar kepada mahasiswa”. Berdasarkan SK tersebut, dapat dipahami bahwa mahasiswa diberi keleluasaan dan kepercayaan untuk membentuk dan menyelenggarakan hal-hal yang dapat menunjang pengembangan kualitas mereka.

 

Kondisi organisasi mahasiwa dalam perguruan tinggi STKIP-STIT PGRI Pasuruan, telah berjalan baik dari waktu ke waktu. Sudah ada beberapa organisasi yang sampai saat ini tetap eksis sebagai wahana pengembangan kompetensi mahasiswa, antara lain: Badan Eksekutif Mahasiwa (BEM), Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ), dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM); UKM Teater, UKM Tari, UKM Musik, Koperasi Mahasiswa (KOPMA), Lembaga Dakwah Kampus (LDK), dan UKM Olahraga. Semua wadah tersebut menjadi sebuah nilai tawar tersendiri bagi perguruan tinggi ini.

 

Salah satu program kerja dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) yang notabenenya adalah wadah tertinggi bagi mahasiswa dalam lingkup STKIP-STIT PGRI Pasuruan, lebih tepatnya program kerja dari Menteri Sosial dan Politik (MENSOSPOL) adalah pembentukan organisasi kemahasiswaan baru lagi yakni Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM). Sebagai wujud kesadaran Mahasiswa dalam rangka mengembangkan diri dan benar-benar belajar sistem pemerintahan yang benar (good governance) sejak dini.

 

Terlihat akan ada sedikit hambatan saat hal ini diajukan ke lembaga, namun apapun itu, niat baik segenap mahasiswa STKIP-STIT PGRI Pasuruan ini, semoga akan jauh lebih kuat dari sekedar hadangan yang tidak beralasan dan tidak peduli dengan STKIP-STIT PGRI Pasuruan jangka panjang,,, Ayo lah kita sama-sama menatap jauh ke depan kawan,,,,

SAHAPI YAKUSA…🙂

Comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s