ORDIK = LELAH…???

Posted: 16 September 2011 in Tak terkategori
Tags:

ORDIK = LELAH?

“Membentuk  karakter mahasiswa yang siap bersaing dalam era globalisasi sesuai dengan “TRI DHARMA” perguruan tinggi”. Tema yang diambil oleh segenap panitia ORDIK BEM STKIP-STIT PGRI Pasuruan di tahun ini. Tersirat harapan besar bagi Mahasiswa Baru (MABA) agar dapat bersaing dalam Era Globalisasi yang tentunya bagai hutan rimba yang penuh dengan seleksi alam. Siapa yang kuat, dan cerdas, dialah yang mampu lolos dari seleksi alam kaum intelektual (Mahasiswa), dan muncul sebagai pribadi yang menang.

“Siapakah yang akan menjadi pesaing kalian untuk menduduki posisi-posisi strategis di pekerjaan, dalam kurun waktu 4 tahun ke depan?” Tanya Dr. Anies Baswedan MA (Rektor Universitas Paramadina), saat memberikan materi di sela-sela Kongres HMI XVII di Depok kemarin. Ternyata hal yang ingin disampaikan oleh salah satu cendekiawan muslim termuda Indonesia ini adalah bahwa yang menjadi pesaing kita besok bukan hanya mereka yang sekarang menjadi mahasiswa di Universitas ternama di sekitar kita ini, tapi masih ada ratusan mahasiswa Indonesia yang hari ini belajar di luar negeri. Mereka lebih mempunyai banyak bekal dan nilai tawar yang lebih dari pada kita.

Selaras dengan hal itu, terlihat komitmen yang coba dibangun oleh segenap pengurus BEM untuk mencoba memberikan pemahaman akan pentingnya nilai tawar kita besok. Menyiapkan mahasiswa STKIP-STIT PGRI Pasuruan menjadi mahasiswa yang siap bersaing di era sekarang maupun besok.

ORDIK yang dilaksanakan selama tiga hari ini berlangsung dengan baik.. Terlihat dari Maba yang antusias mengikuti setiap agenda acara yang telah dikemas sedemikian menariknya. Barang bawaan Maba pun turut menambah kemeriahan ORDIK ini.

 

“ORDIK sekarang tidak terlalu membebani Maba seperti tahun-tahun kemarin, karena tidak ada tugas Maba untuk membeli keperluan bekal yang terlalu mahal. Biaya yang dikeluarkan Maba dalam hal bekal yang mereka bawa, telah kami tekan dan sesuaikan dengan daya beli Mahasiswa Pasuruan.” Papar M. Zahid, PRESMA STKIP-STIT PGRI Pas.

 

Maba yang rata-rata adalah fresh graduate jelas sangat semangat mengikuti hal baru (ORDIK) ini. Namun di hari kedua telah banyak jatuh “korban” diORDIK ini. Ada puluhan mahasiswa yang terkapar pingsan saat mengikuti jalannya ORDIK. Nunuk (MABA Bahasa Indonesia) sempat memaparkan pengamatannya saat dia telah siuman dari pingsan, “Tadi banyak teman yang jatuh pingsan kok selain saya maz, sepertinya mereka capek dan juga tegang tertekan dengan nada-nada tinggi dan keras senior saat memberi hukuman. Sama dengan yang saya  rasakan tadi”.

 

Latihan mental memang perlu juga untuk diberikan kepada MABA, namun tdak dipungkiri bahwa kurang tepat dalam memberikan pressure (tekanan) malah dapat mengakibatkan jatuhnya psikologi seseorang. Yang ada hanya lelah dan bertambah lelah. Jika pressure diberikan pada dosis yang tepat, pastilah mereka tidak akan begitu tertekan dan tidak sampai terjadi hal yang tidak diinginkan bersama.

 

Di luar semua itu, ORDIK tahun ini berjalan dengan tertib dan lancar. Semoga komitmen baik dari segenap pengurus BEM untuk terus mempersiapkan mahasiswa-mahasiswanya dalam persaingan era globalisasi ini, tidak berhenti hanya di momen ORDIK ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s